Langsung ke konten utama

Sebuah Pesan di Pohon Maple


1999, Winchester, Hampshire, England.

Hangatnya cahaya matahari seakan mengucap salam perpisahan sebelum kembali ke peraduannya. Terdengar suara gemerusuk dedaunan kering berguguran menutupi jalanan dan rumput-rumput disekitar serta kicauan pilu burung-burung yang mulai kehilangan rumahnya di awal musim gugur. Sebuah senandung seorang gadis menularkan keceriaan hatinya dengan senyuman bak malaikat dan rambut hitam si gadis yang terurai indah dibelakang punggung dan bergerak mengikuti langkah-langkah kecilnya. Ia terus melangkah, tak sabar untuk bertemu dengan seseorang yang sedang menunggunya di sebuah ladang yang terletak di pinggir danau.
‘Haruskah aku memeluknya setelah mengatakan bahwa aku telah diijinkan mama dan papa untuk tidak ikut pergi bersama mereka? Ohh tidak, itu terlalu berlebihan.’ Gumam gadis itu membuat semburat warna merah terang menghiasi pipi chubby-nya.
Beberapa langkah lagi ia akan menemui seorang lelaki yang ditemuinya pada awal musim semi dan telah menarik perhatiannya, ia tak tahu sebenarnya apa yang ia rasakan tapi suatu hal telah menyadarkannya bahwa sebenarnya ia tak ingin mengakui apa yang ia rasakan.
Ya, suatu hal yang telah menyadarkannya bahwa keputusan yang sangat tepat untuk tak mengakuinya.
Sekaligus suatu hal yang membuat langkah gadis itu terhenti tak jauh dari seorang lelaki yang telah dijadikannya alasan untuk tak pergi, untuk tetap berada disini. Tapi apakah hanya untuk melihat ini?
‘Dia berpelukan dengan seorang gadis berambut pirang di hadapanku, di tempat yang menjadi tempat pertemuan pertama kita, di tempat yang menjadi tempat kita menaman sebuah tunas pohon maple bersama, di tempat yang menjadi saksi bisu harapan demi harapan yang kita ukir bersama, di tempat yang menjadi tempat tumbuh dan mekarnya perasaan ini, dan sekaligus menjadi tempatku memetik sebuah keputusan bahwa kini kau adalah alasanku untuk pergi, untuk tak berada disini lagi.’
*****

Hallo.... mohon maaf cerita ini aku hapus di blog aku yaa. Untuk yang mau baca kelanjutannya sampai akhir silahkan kunjungi wattpad aku dan langsung baca disana yaa, berikut link nya :
https://www.wattpad.com/story/142334809-sebuah-pesan-di-pohon-maple

Selamat membaca :)
-dew

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Live To Write To Live

Menulis ? Mendengar satu kata itu, apa yg terpikirkan olehmu? Definisi menulis menurut setiap orang pasti berbeda-beda. Bagiku menulis adalah saat dimana aku mencurahkan seluruh hal yang sedang aku rasakan yang bahkan aku sendiri tak bisa mengakuinya pada orang lain, suatu hal yang tak mudah tersampaikan dengan kata-kata namun akan terungkap segalanya melalui tulisan yang kubuat. Itulah definisi menulis bagiku. Aku bukanlah seorang yang pandai mengungkapkan isi hatiku atau apapun itu pada seseorang. Jika tidak dengan menulis apa jadinya aku ? Akankah aku menjadi wanita menyedihkan yang memendam segala yang kurasakan sendirian ? Oh tidak, bahkan aku rasa hal itu jauh lebih menyedihkan dari definisi 'sendiri'. Aku merasa sangat bahagia disaat aku menulis, bahkan aku rasa itu sesuatu yang melebihi kata bahagia. Pernahkah terpikir olehmu bahwa penulis itu seperti Tuhan yang bisa dengan mudahnya menciptakan orang-orang dengan berbagai macam karakter yang berbeda-...

Mesin Waktu

Hallo.... ini satu lagi cerpen aku.. aku lupa ini tahun kapan, antara 2015-2016 kali yaaa. Dan cerpen ini dimuat di majalah mandiri di kampus aku. Ini sudah aku edit dan revisi tapi tidak megubah alur ceritanya kok. Semoga kalian semua menikmati yaa.. jangan lupa tinggalkan komentarnya yaa... *********************** Mesin Waktu " Jika boleh memilih, aku lebih suka diriku yang sekarang dengan sejuta ekspresi yang bisa dengan lepas kutunjukkan tanpa rasa ego sedikitpun. Apakah itu karena kehadiranmu? Tapi jika andai saja semua berubah dan kau tak lagi disampingku, bisakah aku melakukannya seorang diri?" *** Aku merapatkan jaket yang kukenakan. Sangat dingin tapi sama sekali tidak ada angin. Karena berlokasi di area pegunungan menjadikan tempat rekreasi ini sering diselimuti kabut dan berudara dingin. Seperti sekarang ini, sebagian danau tertutupi kabut namun sebuah adegan di tepi danau itu terlihat sangat jelas. Sepasang pria dan wanita yang sedang ber...